sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Penjaga Keamanan Baku Tembak Dengan Petugas

Penjaga Keamanan Baku Tembak Dengan Petugas

Tersangka saat berada di ruang medis.

Palembang, sumajaku.com- Johansyah (45), seorang penjaga keamanan, terpaksa ditembak di kedua kakinya oleh petugas, atas kepemilikan senjata api rakitan (senpira), saat hendak ditangkap di kawasan SPBU Taman Mahkamah Pahlawan Jalan Jend Sudirman Palembang, berusaha melawan dengan cara menembak ke arah petugas Polsek Kemuning. Selasa (09/07/2018) malam.

Selain menangkap tersangka Johansyah, warga Dusun 5 Desa Mataram Jaya Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten Ogan Kombering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. Petugas juga mengamankan barang bukti satu pucuk senpira jenis revolver warna silver Laras pendek silinder 5. Satu selongsong amunisi dan 5 butir amunisi kaliber 5.56 MM, serta satu sarung senjata dan amunisi, turut diamankan petugas.

Penangkapan tersangka Johansyah, berawal dari jajaran Polsek Kemuning Palembang, mengelar giat Operasi Premanisme dan Kejahatan Jalanan di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Kemuning dalam rangka menciptakan situasi kondusif Kamtibmas menjelaskan Asian Games 2018.

“Pelaku ini kita tangkap karena membawa senjata api rakitan, pada saat kita melaksanakan razia kejahatan jalanan, untuk menjelang Asian Games tanggal 18 Agustus nanti, ini untuk menciptakan situasi kondusif di Kota Palembang,” ungkap Kapolsek Kemuning AKP Robert P Sihombing. Saat ditemui di RS Bhayangkara Palembang.

Giat Operasi Premanisme dan Kejahatan Jalanan ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing dan Kanit Reskrim Iptu Arlan Hidayat serta jajaran. Dengan sasaran pelaku 3C, pelaku Narkoba, pelaku Senpi, pelaku Sajam, pelaku Miras, pelaku Premanisme dan Kejahatan Jalanan lainnya.

Saat petugas melintas di TKP SPBU Taman Mahkam Pahlawan, melihat tersangka Johansyah yang saat itu mengendarai sepeda motor hendak mengisi BBM, dengan gerak gerik mencurigakan, petugas pun menghampiri untuk melakukan pemeriksaan, bukannya menyerah pelaku berusaha melawan bahkan dengan senpira ditangan menembak ke arah petugas sebanyak 1 kali, karena membahayakan petugas dan warga sekitar, terpaksa petugas mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua kaki tersangka.

“kita melakukan razia tadi ternyata lelaki berinisial J ini mencurigakan saat di stop tidak mau, tim Buser mengejarnya ternyata dia membawa senjata api berikut dengan 6 peluru bahkan pelaku ini sempat meletuskan senjatanya ke arah para petugas untuk itu kita terpaksa melakukan tindakan tegas” jelas AKP Robert P Sihombing.

Atas perbuatannya memiliki senjata api rakitan, masih dikatakan Kapolsek Kemuning Palembang AKP Robert P Sihombing, dijerat Undang Undang Darurat. “Tersangka kita jerat dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara” ingatnya.

Selanjutnya, Tersangka Johansyah langsung tumbang, oleh petugas kepolisian tersangka langsung di evakuasi ke  IGD RS Bhayangkara Palembang, untuk mendapatkan tindakan medis, selama proses medis tersangka Johansyah sang penjaga keamanan ini terus menangis menahan rasa sakit, setelah selesai penanganan medis tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polsek Kemuning Palembang. (April).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan