sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Oknum Pamen Polri Dilaporkan di SPKT Polda Sumsel

Oknum Pamen Polri Dilaporkan di SPKT Polda Sumsel

foto oknum perwira dan pelapor yang melapor ke polisi.

Palembang. sumajaku.com-  Aksi koboi penculikan dan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum Perwira Menengah (Pamen) Polri, Kombes Pol Herry Nixons (51), tugas di bagian Analis Kebijakan Madya Bidang OPS SOPS Polri, kepada Bendahara Dewan Perwakilan Daerah Kongres Advokad Indonesia ( DPD KAI) Sumsel beserta anak dan istrinya yang tengah hamil. Di kawasan Jalan Sukatani Kecamatan Sako Palembang. Kamis (30/08/2018) pukul 23.13 Wib.

Atas aksi koboi sang Oknum Kombes Pol Herry Nixons. Didampingi Kuasa Hukum sekaligus Ketua DPD KAI Sumsel. Amintrans SH. Korban Ade Saputra, anak laki laki dan istri GA Gita Oktarani (37), akhirnya melaporkan aksi koboi sang Oknum Kombes Pol Herry Nixons yang sengaja datang ke Palembang dari Jakarta Mabes Polri hanya untuk menculik dan menganiaya korban beserta anak dan istri korban yang tengah hamil ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Jumat (31/08/2018) pukul 11.00 wib.

Laporan korban diterima petugas SPKT dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTLP/660/VIII/2018/SPKT.

Amintrans SH. Terkait aksi koboi penculikan dan penganiayaan yang dilakukan Oknum Kombes ini, sungguh disayangkan di duga aksi dilatarbelakangi dendam lama.”ada oknum Pamen dari Mabes Polri dengan senjata datang ke Palembang, mungkin ada dendam lama dengan Advokad Ade yang juga bendahara DPD KAI Sumsel, jadi dalam hal ini organisasi membackup korban sekeluarga atas tindakan oknum Pamen Mabes Polri, yang mana korban di culik hingga dianiayah” ungkap Amintrans.

Masih dikatakan Amintrans. Selaku Kuasa Hukum korban, menuturkan jika aksi penculikan dan penganiayaan berawal. Korban Ade Okta Saputra (37) yang saat itu bersama istri dan anak serta sopir, berada di rumah temannya yang sekaligus sebagai Kafe di kawasan Sukawinatan Kecamatan Sukarami Palembang.

Disaat istri dan anaknya sudah masuk mobil, korban Ade seorang Bendahara DPD KAI Sumsel, hendak masuk tiba tiba ada dua orang, salah satunya memegang pemukul bisbol. Langsung menarik korban masuk ke dalam mobil milik pelaku. Di duga korban Ade di dalam mobil dipukuli oleh Oknum Pamen Polri tersebut. Nasib baik, saat berada di simpang Y tepatnya didepan dolog Sukatani Kecamatan Sako Palembang, korban Ade berhasil melarikan diri dengan cara menendang kaca pintu mobil dan akhirnya meloncat.

Korban Ade yang berhasil kabur, dikejar si koboi bersama rekan rekannya yang mengunakan 8 unit motor trail, melihat hal tersebut korban berhasil masuk ke rumah warga dan berhasil diselamatkan warga setempat.

Sedangkan istri dan anak korban yang berada di dalam mobil, berusaha menyusul mobil pelaku yang membawa korban, tapi langkah terhenti karena mobil yang ditumpangi tiap ban ditembaki oknum tersebut. Istri korban dan anak korban pun tak luput dari penganiayaa di dalam mobil, selanjutnya mobil korban hilang dibawa pergi oknum pelaku.

“Harapan kita, kita minta keadilan, karena korban merupakan bendahara DPD KAI, kita memback up melindungi dan kita minta keadilan kepada Kapolda, dimana saat para korban trouma, dari hasil pemeriksaan korban mengalami luka di leher, luka memar di mata kaki,, memar di sekujur tubuh terutama dada, termasuk anak korban yang dibawa umur, di duga mereka  ini dianiaya di dalam mobil, atas kejadian tersebut korban masih trouma” jelasnya.

Sementara itu. Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain. Saat dikonfirmasi terkait adanya oknum Pamen Polri yang dilaporkan atas kasus penculikan dan penganiayaan di SPKT Polda Sumsel, tidak ada jawaban. (April).

 

 1,540 total views,  2 views today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.