sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Interview, Manager “Mitra” Hina Warga

Interview, Manager “Mitra” Hina Warga
Manager supermarket Mitra 10, Renxy Lichandy 

Palembang, sumajaku.com – Doni (27) warga Jalan Kebun Bunga Palembang ini merasa kecewa dan terhina. Sebab, dirinya berniat melamar kerja dan diminta interview. Berharap pihak perusahaan besar yang profesional dapat menerima lamarannya. Malah hinaan tanpa sebab yang diterimanya.

Doni menceritakan, berawal dirinya berniat menghadiri panggilan pihak perusahaan ditempatnya melamar kerja dengan job sales supervisor Jumat (11/10/2019) sekitar Pukul 09.00 WIB dirinya diminta mengisi data dan menghadap Human Resources Development

(HRD) diduga Dewi untuk interview berlangsung sekitar 15 menit. Lalu Doni didampingi Dewi menghadap manager. Diruang manager, Doni diminta mengenalkan diri berikut alamatnya, katanya, dikonfirmasi Sabtu (12/10/2019).

Dihadapan manager supernarket Mitra 10, Renxy Lichandy, Doni mengaku, warga Kebun Bunga, terlihat sang manager Rency tersontak mendengar jawaban Doni dan mengatakan, “warga Kebun Bunga lagi”, ketusnya. Warga Kebun Bunga ini sombong semua dan tidak pernah belanja disini. Giliran cari kerja, cari makan kesini semua, seperti kamu ini. Apa tidak malu, jadi warga Kebun Bunga jangan sombong – sombong, bilangin ya, pinta Rency.

Usai Rency melontarkan hinaan. Doni merasa tersinggung dan terhina. Rency mengatakan, kenapa kamu cemberut, kamu tidak bisa senyum? Kamu orang Batak? Kenapa kamu mau marah? Tanya Rency bernada emosi.

Doni menjawab, tujuan saya kesini mau melamar kerja, bukan untuk dihina dan dimarahi, jawab Doni. Lalu Rency meminta Doni berdiri dan mengusirnya keluar.

Doni mengaku, tidak tau apa sebabnya. Padahal, sepengetahuannya surat lamarannya yang dimasukan sejak 1 Oktober lalu belum sempat dibaca sang manager yang diserahkan oleh HRD.

Sepengetahuan Doni, yang melamar job sales supervisor tiga orang dan dirinya dijadwalkan terakhir diinterview sekitar Pukul 12.00 WIB. Doni menduga, mungkin kedua pelamar sebelumnya warga Kebun Bunga juga, terlihat pelamar sebelumnya keluar dari ruang manager berwajah emosi, ungkapnya.

Manager supermarket Mitra 10, Renxy Lichandy membenarkan, sebelumnya ada pelamar bernama Doni yang telah dilakukan interview. Usai menjalani interview, Doni mengirimkan Short Message Service

(SMS) kepada HRD Dewi yang berisikan, merasa kecewa dan terhina dalam proses interview, katanya, dikonfirmasi Minggu (13/10/2019).

Lalu, Doni menceritakan apa yang dialaminya kepada saudara laki-lakinya yang diketahui seorang pengacara. Merasa terhina, saudara Doni, advokat Defi Iskandar SH mempertanyakan kepada dirinya selaku manager via ponselnya, apa sebab adik kandungnya dihina. Renxy membantah telah menghina dan mengaku, cuma bertanya dan bukan mengusir, dinilai interview selesai, pelamar diminta keluar, elaknya.

Renxy mengaku, telah meminta maaf kepada Doni melalui Defi, bila perkataannya kurang berkenan dihati dan menilai hal ini telah selesai.

Ditanya, proses interview berdasarkan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) nya bagaimana? Renxy mengaku, proses interview berjalan lancar, tanpa kendala dan Renxy menilai, Doni terlihat tenang tanpa pertanyaan, katanya.

Disinggung, apa benar telah melontarkan perkataan bernada menghina terhadap Doni? Renxy menjawab, tidak ada, bantahnya.

Disoal, proses interview Renxy melontarkan kata-kata bernada marah kepada Doni? Tidaklah, masih dalam tahap wajar-wajar saja, elaknya.

Renxy menilai, pelamar Doni telah memenuhi kreteria, makanya saya bercanda, selorohnya.

Sementara, HRD Mitra 10, Dewi membenarkan, pelamar atas nama Doni telah dilakukan interview melalui dirinya selaku HRD. Dewi mengaku, proses interview telah sesuai dengan SOP kita, singkatnya.(yn)

 

 

 

 

 3,025 total views,  8 views today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.