sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Dana PKH dan BPNT Diduga Dipotong Oknum

Dana PKH dan BPNT Diduga Dipotong Oknum
DPC Projo OKI berfoto bersama.

OKI, sumajaku.com- -Dewan Pimpinan Daerah (DPC PROJO) OKI, menduga adanya penyimpangan dan penggelapan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab di (Desa Serinanti) dan (Desa Suka Damai)  Dan Desa sukaraja Kecamatan Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Sekretaris, jon kenedi (DPC) Projo OKI,  Berdasarkan laporan masyarakat dan temuan di lapangan, DPC Projo oki  menduga adanya penggelapan dana bantuan dari pemerintah tersebut di gelapkan oleh para agen bansos dan pendamping (PKH) itu sendiri.

Bahkan diduga penggelapan dana tersebut di mulai dari tahun (2017) pada tahun itu bantuan sudah mulai menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dari situlah dugaan pemotongan dimulai, pelaku meminjam buku tabungan masyarakat yang ingin mengambil bantuan (PKH) dengan modus Pendamping (PKH) yang mengambil dana tersebut tidak akan cair. Dari situlah pemotongan dana tersebut terjadi.ujarnya

laporan dari masyarakat penerima yang menerima dana (PKH) tidak sesuai semestinya, ada juga Kartu (ATM) dan (buku rekening bank) yang tidak mereka pegang termasuk warga tidak pernah mengetahui berapa uang yang sudah masuk ke dalam rekeningnya. Ada pula masyarakat yang mengaku pernah di data untuk laporan (PKH), sudah difoto rumah dan data dirinya malah tidak mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera.

Ketua DPC Projo OKI berdiskusi untuk aduan masyrakat  dana (PKH)  Ketua Dewan Pimpinan cabang PROJO oki mengatakan sejak tahun (2010) sampai (2016) bantuan dari pemerintah dicarikan lewat POS, barulah tahun (2017) bantuan tunai dari pemerintah lewat (ATM) disinilah mulai banyak yang bermain untuk memotong dana bantuan masyarakat tersebut,” ujar Jon kenedi seketaris (DPC) KAB OKI.

Tidak sampai disitu saja bahkan dana (BPNT) pun diduga dipotong oleh e-warung dan agen yang membagikan sembako sebesar (20.000) rupiah dengan alasan biaya adminstrasi. “Ya memang kalo (20.000) itu jumlah yang tidak besar,akan tetapi bagi orang yang lagi kesusahan di masa pendemi ini kan pasti membutukan, seharusnya para agen atau e -warung ini sadar akan  kebutuhan masarakat yang sedang kesusahan dengan kondisi seperti ini ,” jelasnya. (abdul karim )

219 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.