sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Kepsek SMAN di Lapdu ke APH Terkait Dana BOS

Kepsek SMAN di Lapdu ke APH Terkait Dana BOS
SMA Negeri 1 Banyuasin III yang terletak di Kabupaten Banyuasin.

Banyuasin, sumajaku.com- Kepala SMA Negeri 1 Banyuasin III Provinsi Sumatera Selatan, Dra Rivnita, dilaporkan dan diadukan oleh lembaga dan aktivis ke Aparat Penegak Hukum (APH). Laporan dan Pengaduan ini terkait dengan realisasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) beberapa tahun terakhir ini.

Dasri NH yang memberikan Lapdu kepada APH yaitu Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, kepada sumajaku.com mengatakan, Laporan dan Pengaduan (Lapdu) itu, berdasarkan informasi dan hasil investigasi Gerakan  Tolak Korupsi (Galaksi) dilapangan, dimana adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi pada realisasi dana BOS tahun anggaran 2021 dan 2022 serta anggaran yang sedang berjalan.

“Kami memandang perlu untuk melaporkan kegiatan tersebut ke Aparat Penegak Hukum, guna ditindaklanjuti dan diproses sesuai peraturan dan hukum yang ada,” tegasnya saat dikonfirmasi sumajaku.com belum lama ini.

Ia juga menjelaskan, dari data-data yang dimiliki dan informasi yang masuk serta hasil survey timnya dilapangan, diduga realisasi dana BOS tahun anggaran 2021 dan 2022 SMAN 1 Banyuasin III dan laporan pertanggungjawaban diduga tidak sesuai fakta dilapangan. “Kami menduga ada aitem kegiatan terindikasi tidak maksimal,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambungnya, dengan azaz praduga tak bersalah, ia meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk mengusut tuntas indikasi KKN pada realisasi dana BOS di SMAN 1 Banyuasin III.

Ia juga meminta pihak Kejati Sumsel untuk memanggil Kepala SMAN 1 Banyuasin III untuk dimintai keterangan serta meminta data-data lengkap terkait realisasi yang telah dilaksanakan. “Kami percaya kepada Kejati Sumsel tetap netral dan konsisten dalam memberantas korupsi terutama dalam dunia pendidikan,” ucapnya.

Ia juga berujar, jika perlu kita akan adakan aksi demo untuk mendorong dan mendukung pihak kejaksaan dalam mengusut hal ini.

Revnita, Kepala SMA Negeri 1 Banyuasin III, saat dikonfirmasi sumajaku.com diruang kerjanya mengatakan, bahwa tahun ini banyak sekali laporan tentang sekolahan ini. “Baru-baru ini kami diperikso Pidsus Kejari Banyuasin, memang ada beberapa temuan, namun tidak segnifikan, ada kesalahan dalam meletakan harga, karena kami ini sipla,” terangnya kepada sumajaku.com.

Ia menambahkan, antara harga sipla dan harga dipasaran terlalu jauh perbedaannya. “Oleh pihak Kejaksaan, kami dimintai perbaikan laporan realisasi keuangan tersebut dan masalah ini sudah kami perbaiki dan sudah selesai,” ujar Revnita didampingi alah sorang guru.

Ia juga mengatakan bahwa, sekolahannya juga sudah diperiksa oleh pihak inspektorat. “Lagian pula anggaran dana BOS 2021 dan 2022, saya belum mengelolanya, karena saya masuk disini tanggal 1  Nopember 2022 sampai 19 september 2023 dan tanggal 20 september 2023 baru saya definitive jadi kepsek disini,” jelasnya lagi.

Mengenai rencana aksi demo yang akan mereka lakukan, lanjutnya, ya silahkan saja, tapi seharusnya mereka minta klarifikasi dulu kepada kami sebelum demo itu.

Sementara pihak Kejaksaan Negeri Banyuasin, belum bisa dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaanya terhadap realisasi dana BOS di sekolahn ini dan sekolah-sekolahan lainnya. (red)

 473 total views,  6 views today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.