sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

SMPN 1 Babat Supat  Diduga Tidak Transparan Mengelola Dana BOS

SMPN 1 Babat Supat  Diduga Tidak Transparan Mengelola Dana BOS
SMP Negeri 3 Babat Supat Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan.

Musi Banyuasin, Sumaja Post-  Salah satu tujuan adanya Dana BOS ialah untuk membantu operasional yang ada di sekolah. Akan tetapi banyak kasus oknum pejabat sekolah tidak transparan dalam mengelolanya. Salah satunya diduga terjadi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3  Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan.

Disekolahan ini, diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dugaan ini berdasarkan tidak ditemukannya papan informasi realisasi dana BOS di sekolah tersebut, padahal hal itu merupakan kewajiban sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021.

Permendikbud tersebut mewajibkan sekolah untuk menyediakan papan informasi realisasi dana BOS agar dapat diakses oleh publik sebagai bentuk transparansi. “Penyebabnya adalah rendahnya tranparansi akuntabilitas, serta kebijakan dana Bos yang tidak sesuai peruntukanya, adapun tudingan terhadap penggunaan dana BOS tersebut, seperti dana kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah,” ujar narasumber kepada Sumaja Post belum lama ini.

Ditambahkannya pula, Di sini di duga bahwa pengelolaan dana BOS di SMP Negeri 3 Babat Supat ini terindikasi adanya penyimpangan, karena mengingat ketidak profesionalan dalam pelaporan anggaran yang seharusnya dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Pengelolaan Dana BOS disini, selalu tidak melalui rapatb sesuai mekanisme yang ada, boleh dikatakan tidak ada rapat-rapat dalam membahas dana BOS tersebut, sehingga transfaransinya sangat diragukan, dari kepsek ini baru menjabat hingga sekarang,” jelasnya.

Perlu diketahui dana BOS Tahun 2023 s/d 2024, wajib dijabarkan rincian anggaran-anggaran secara keseluruhan per item, digunakan untuk apa saja dan berapa nominal yang digunakan. Sedangkan di lihat disini bahwa Kepala Sekolah sudah menjabat dari tahun 2000. Dengan jumlah siswa sebanyak 160 siswa dengan rincian dana BOS sebesar Rp 185.600.000. Setiap tahunnya, tetapi yang kita lihat di sekolah SMP Negeri 3 Babat Supat ini, kurangnya perawatan. Seperti salah satunya pengecatan gedung sekolah yang terlihat tampak kusam, berat dugaan dana BOS masuk kekantong pribadi kepala sekolah. Hingga berita ini diterbitkan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Babat Supat Hasan, belum bisa di konfirmasi. (Zul/iful)

Loading

No Responses

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses