sumajaku.com

Mitra Pemerintah Penyampai Aspirasi Rakyat

example banner

Tiga Kali Berganti Kajati, Belum Tuntaskan Mega Korupsi

Tiga Kali Berganti Kajati, Belum Tuntaskan Mega Korupsi
Deputi MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan yang didampingi anggotanya, Boni Budiyanto.(fto.yn)
Palembang, sumajakucom РDeputi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel soroti kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel yang dinilai masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) terutama dalam mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terkesan jalan ditempat.

Hingga dipenghujung tahun 2020 MAKI Sumsel mencatat puluhan kasus dugaan korupsi besar di Sumsel yang dilaporkan belum juga ada perkembangan secara signifikan atau belum tuntas hingga saat ini.

Hal ini diungkapkan Deputi MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan mengatakan, kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional (KONI) yang dilaporkan dari tahun 2017 oleh MAKI Sumsel dengan dugaan kerugian negara sekitar Rp.285 Miliar.

“Kasus terbesar yang pernah dilaporkan dari tahun 2017 lalu yakni dugaan korupsi dana Hibah Koni Sumsel dugaan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah. Walau telah tiga kali ganti Kajati belum juga ada hasilnya”. Ungkap Feri diwawancarai pewarta saat menghadiri salah satu sidang di PN Palembang, Selasa (22/12/2020).

Tidak hanya itu, masih menurut Feri yang didampingi Anggota MAKI Sumsel, Boni Budiyanto ini mengatakan, masih banyak sejumlah kasus dugaan korupsi lain yang lamban ditangani oleh Kejati Sumsel, diantaranya yakni yakni kasus mega korupsi jual beli gas PDPDE Sumsel.

“Kasus dugaan korupsi jual beli gas PDPDE Sumsel yang dilaporkan pada tahun 2018 dugaan kerugian awal Rp.1,7 Trilyun. Sekarang dibawah Rp.500 Miliar, sprindik Sept 2019. Namun sudah setahun lebih audit dari BPK RI belum juga keluar”, bebernya.

Menurut catatan laporan MAKI Sumsel kepada pihak Kejati Sumsel ada beberapa laporan lagi yang masih dalam penanganan Kejati Sumsel yakni, dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Jakabaring yang diduga mangkrak dengan nilai Rp.130 Miliar tahun anggaran 2016-2017.

Dengan banyaknya perkara dugaan korupsi yang konon kata Feri banyak menjerat beberapa pejabat dan petinggi di Provinsi Sumsel yang belum dituntaskan oleh pihak Kejati Sumsel, MAKI berharap dipenghujung tahun 2020 ini ada dua perkara yang dilimpahkan ke pengadilan.

“Kami menilai penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh Kejati Sumsel lamban, bahkan sudah tiga kali pergantian Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) belum ada progresnya, MAKI berharap sebelum berakhir tahun ini minimal ada dua perkara yang dilimpahkan ke pengadilan,” tegas Feri.

Sementara itu, mengutip dari pernyataan Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung) RI, ST Burhanuddin baru – baru ini “mengancam” akan memutasikan jajarannya di Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri yang belum menangani perkara korupsi.

Bahkan Burhanuddin menyebut jangan kaget apabila Asisten Tindak Pidana Khusus, maupun Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus yang menerima surat mutasi dalam waktu dekat ini.

Hal itu diungkapkan Jaksa Agung, berdasarkan hasil evaluasi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), masih ada satuan kerja yang belum menangani kasus korupsi.

Dikonfirmasi terpisah mengenai hal ini, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel Khaidirman SH MH mengatakan, semua perkara yang dilaporkan masih dalam proses.

“Tentunya semua itu masih dalam proses yang artinya saat ini laporan tersebut masih berproses”. Singkat Khaidirman dalam pesan singkat Whatsapp.(yn)

 658 total views,  2 views today

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.